lumut

lumut
jamur

Minggu, 10 Juni 2012

makanan dan minuman panas menjadi berbahaya


Meniup makanan atau minuman ketika masih panas agar dapat segera dimakan adalah sesuatu yang sangat umum dilakukan oleh masyarakat. Alasan lain agar gigi tidak mudah rusak karena makanan panas. Orang tua kita atau orang disekitar kita juga sering menganjurkan hal ini bukan?




Tahukah kamu, bahwa meniup makanan atau minuman panas sebelum makan itu tidak dianjurkan oleh Rosul. Bukan hanya itu, Jika dilihat dari sisi kesehatan, meniup makanan sebelum makan juga merupakan sesuatu yang tidak baik bahkan bisa berbahaya.
Semua yang telah mengenyam bangku sekolah pasti memahami, manusia bernapas menghirup oksigen atau O2, dan menghembuskan karbondioksida atau CO2. Ketika kita meniup makanan, tentunya yang kita keluarkan adalah gas CO2. Sementara itu makanan panas tadi masih mengeluarkan uap air (H2O). Menurut reaksi kimia, apabila uap air bereaksi dengan karbondioksida akan membentuk senyawa asam karbonat (carbonic acid) yang bersifat asam.

H2O + CO2 => H2CO3

Perlu kita tahu bahwa didalam darah itu terdapat H2CO3 yang berguna untuk mengatur pH (tingkat keasaman) di dalam darah. Darah adalah Buffer (larutan yang dapat mempertahankan pH) dengan asam lemahnya berupa H2CO3 dan dengan basa konjugasinya berupa HCO3- sehingga darah memiliki pH sebesar 7,35 – 7,45 dengan reaksi sebagai berikut:
CO2 + H20 HCO3- + H+

Tubuh menggunakan penyangga pH (buffer) dalam darah sebagai pelindung terhadap perubahan yang terjadi secara tiba-tiba dalam pH darah. Adanya kelainan pada mekanisme pengendalian pH tersebut, bisa menyebabkan salah satu dari 2 kelainan utama dalam keseimbangan asam basa, yaitu asidosis atau alkalosis.

Asidosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung asam (atau terlalu sedikit mengandung basa) dan sering menyebabkan menurunnya pH darah.

Sedangkan Alkalosis adalah suatu keadaan dimana darah terlalu banyak mengandung basa (atau terlalu sedikit mengandung asam) dan kadang menyebabkan meningkatnya pH darah.

Kembali lagi ke permasalahan awal, dimana makanan kita tiup, lalu karbondioksida dari mulut kita akan berikatan dengan uap air dari makanan dan menghasilkan asam karbonat yang akan mempengaruhi tingkat keasaman dalam darah kita sehingga akan menyebabkan suatu keadaan dimana darah kita akan menjadi lebih asam dari seharusnya sehingga pH dalam darah menurun, keadaan ini lebih dikenal dengan istilah asidosis.

Seiring dengan menurunnya pH darah, pernafasan menjadi lebih dalam dan lebih cepat sebagai usaha tubuh untuk menurunkan kelebihan asam dalam darah dengan cara menurunkan jumlah karbon dioksida.

Pada akhirnya, ginjal juga berusaha mengkompensasi keadaan tersebut dengan cara mengeluarkan lebih banyak asam dalam air kemih.Tetapi kedua mekanisme tersebut tidak akan berguna jika tubuh terus menerus menghasilkan terlalu banyak asam, sehingga terjadi asidosis berat. Sejalan dengan memburuknya asidosis, penderita mulai merasakan kelelahan yang luar biasa, rasa mengantuk, semakin mual dan mengalami kebingungan. Bila asidosis semakin memburuk, tekanan darah dapat turun, menyebabkan syok, koma dan bahkan kematian.
sumber :ridwanas.com

Matahari Penyempurna Vitamin D


Ada sebagian orang yang enggan terkena sinar matahari pagi dengan alasan kulit akan menjadi hitam. Namun, sebagian orang sudah mulai menyadari pentingnya sinar matahari, terutama sinar matahari pagi. Sinar matahari yang biasa menghangatkan tubuh kita kala mulai beraktivitas bukanlah sinar yang tampak oleh mata kita, tak seperti sinar lampu, misalnya. Sinar matahari itu berupa inframerah atau gelombang panas. Begitu juga terik matahari ketika menjelang siang, bukanlah sinar yang kasat mata. Sinar tersebut berupa sinar gelombang pendek atau ultraungu.
Jika kita perhatikan, banyak orang dari luar negeri yang tertarik berwisata di Indonesia, terutama di pantai. Selain untuk menikmati pemandangan, ternyata mereka gemar berjemur untuk sekadar mendapatkan sinar matahari. Sinar inframerah yang mereka dapat pada pagi hari sangatlah manjur untuk mengobati pegal-pegal dan rasa sakit pada otot dan persendian tulang. Selain itu, panas yang ditimbulkan dari inframerah ini dapat meningkatkan dan memperlancar peredaran darah. Dengan begitu, juga akan membantu memperbaiki sistem pembuangan 'sampah' dari bagian tubuh tersebut dan mempercepat proses penyembuhan.
Mungkin kita sering dengar bahwa sinar matahari bisa menyempurnakan vitamin D pada tubuh kita. Benarkah demikian? Kulit, sebagai benteng pertahanan tubuh yang terdepan berperan dalam perubahan zat lemak tertentu menjadi vitamin D oleh sinar ultraungu matahari. Vitamin D ini pun sangat penting bagi tubuh kita dalam proses penyerapan kalsium dari makanan yang kita cerna sehari-hari. Penelitian juga telah menunjukkan bahwa sinar matahari dapat mengencangkan otot dan menyehatkan jantung. Sinar matahari pagi juga dapat mengurangi depresi karena sinar tersebut melepaskan endorfin yang berfungsi sebagai anti depresi alami dan sangat bermanfaat untuk kasus depresi musiman.
Lalu, seberapa banyak kita boleh menerima paparan sinar matahari? Para pakar ilmu kesehatan menyarankan bahwa 15 - 30 menit setiap hari sudah dianggap cukup. Namun, kita juga harus hati-hati. Jangan sampai kita terlalu banyak terpapar sinar matahari. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik. Terlalu banyak paparan sinar matahari dapat menyebabkan kulit terbakar.
Ada beberapa faktor yang menentukan tingkat keparahan proses pembakaran kulit, yaitu semakin hitam kulit seseorang, semakin tahan kulitnya terhadap sinar matahari. Hal ini berakibat pada semakin lama dia bertahan di bawah sinar matahari, tanpa mengalami kulit terbakar. Kemudian, semakin tegak lurus letak matahari di atas kepala, semakin cepat kulit akan terbakar. Kita harus tahu pada kisaran jam berapa sinar matahari terasa sangat terik. Kisaran itu terletak antara pukul 10.00 - 15.00. Selanjutnya, semakin lama kulit kita terpapar sinar matahari, semakin parah pula akibatnya. 
jam pagi waktu munculnya sinar matahari kurang baik untuk jalan-jalan atau lari pagi dikarenakan masih terdapat pengeluaran karbondioksida CO2 pada tumbuhan sehingga lama kelamaan mengakibatkan kanker paru-paru 
Jika kita lihat aktivitas masyarakat perkotaan, sebut saja Jakarta, sepertinya para pekerja kantor kurang terpapar sinar matahari pagi. Bayangkan saja, mereka harus berangkat pagi-pagi untuk menghindari macet. Setelah sampai kantor, mereka akan terus di dalam kantor yang ber-AC, tak ada 'asupan' sinar matahari. Saat pulang pun, matahari sudah terbenam. Nah, mulai sekarang, usahakanlah sekitar 15 menit mempertemukan tubuh kita dengan sinar matahari pagi agar badan kita menjadi lebih sehat.

Kamis, 08 Maret 2012

INOVASI PENDIDIKAN DI INDONESIA

A. Masalah-Masalah Yang Menuntut Diadakan Inovasi Pendidikan.

Inovasi adalah suatu gagasan atau praktek yang diterima sebagai sesuatu yang baru dengan adopsi bagian-bagian secara potensial. Sehingga muncul beberapa masalah yang menuntut diadakanya inovasi pendidikan yaitu :
1. System pendidikan yang dimiliki dan dilaksanakan di Indonesia belum mampu mengendalikan dan mengikuti kemajuan kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
2. Daya tamping, ruang, serta fasilitas pendidikan yang tidak seimbang dengan laju eksplosi penduduk yang cukup pesat.
3. Kesempatan masyarakat yang sangat terbatas dengan melonjaknya aspirasi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik.
4. Mutu pendidikan yang dirasakan makin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan IPTEK.
5. Belum berkembangnya alat organisasi yang efektif, serta belum tumbuhnya suasana subur dalam masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang.
6. Kurang ada relevansi antara program pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun.
7. Keterbatasan dana.
Keberhasilan hasil dari pelaksanaan inovasi pendidikan sangat tergantung pada kondisi sekolah untuk menerima dan mengasimilasi mentalitas inovasi dari pihak yang terkait dalam penyebaran, penerapan, dan pelaksanaan hasil inovasi pendidikan. Kegiatan penyebaran hasil inovasi disebut dengan istilah diffusion/difusi. Difusi dan inovasi adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainya.
Difusi (penyebaran) adalah proses pengembangan praktek dan gagasan melalui sestem social. Hasil inovasi tersebut dapat tersebar luas jika pihak yang terkait dengan kurikulum atau pendidikan dapat memperlancar jalannya proses difusi. Jalur komunikasi dapat ditempuh baik secara formal maupun secara informal.
Jalur komunikasi formal dapat dilakukan dengan cara berkomunikasi antar guru, kepala sekolah, pemilik sekolah serta orang lainya. Sedangkan jalur komunikasi secara informal dapat dilakukan melalui artikel-artikel yang berkenaan dengan masalah inovasi yang akan didifusikan(disebarluaskan).
Terdapat tiga aspek yang akan mewujudkan implementasi hasil inovasi pada umumnya dan inovasi pendidikan pada khususnya. Yaitu:
1. Program hasil inovasi.
2. Pelaksanaannya.
3. Strategisnya.
B. Berbagai Upaya Inovasi Pendidikan.
Terdapat upaya inovasi pendidikan untuk mengatasi berbagai masalah dan memenuhi kebutuhan pendidikan beberapa diantaranya yaitu :
1) Proyek Printis Sekolah Pembangunan (PPSP).
Proyek Printis Sekolah Pembangunan (PPSP) adalah salah satu proyek dalam rangka program pendidikan yang ditugaskan untuk mengembangkan satu system pendidikan dasar dan menengah, (Surat Keputusan Menteri 0141 Tahun 1974) :
Ø Efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan individu yang diwujudkan melalui program pendidikan yang sesuai.
Ø Merupakan dasr pendidikan seumur hidup.
Ø Efisiensi dan realistis, sesuai dengan tingkat kemampuan pembiayaan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah.
Dalam peoyek ini terdapat modul sebagai bahan ajar dengan beberapa tujuan, yaitu :
1. Tujuan pendidikan dan pengajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.
2. Menjadi siswa aktif dalam belajar.
3. Siswa dapat bekerja sendiri, baik dibantu oleh guru maupun tidak.
4. Siswa dapat mengikuti pelajaran (program pendidikan) sesuai dengan kemampuan masing-masing.
5. Siswa dapat mengetahui hasil pelajaran secara berkelanjutan.
Modul ialah suatu satuan program belajar-mengajar, yang dapat dipelajari oleh murid dengan ketentuan yang minimal dari pihak guru. Modul sebagai suatu system penyampaian merupakan unit kecil program penyampaian yang dapat dipelajari oleh peserta didik. Peserta didik harus menguasai suatu unit bahan pelajaran sebelum meraka beralihnke unit berikutnya.
2) Kurikulum 1975.
Ada empat macam tes dalam pelaksanaan kurikulum ini, yaitu :
1. Tes Fornatif.
Tes formatif berfungsi untuk memperbaiki proses belajar mengajar.
2. Tes sumatif.
Tes sumatif berfungsi untuk menentukan angka kemajauan/hasil belajar siswa.
3. Placement tes (penempatan)
Placement tes berfungsi untuk menempatkan siswa dalam situasi belajar mengajar/program pendidikan yang sesuai.
4. Tes diagnostic.(penilaian).
Tes diagnostic.(penilaian) berfungsi untuk membantu memecahkan kesulitan-kesulitan yang dialami siswa tertentu.
Dalam penyusunan dan pembakuan kurikulum terdapat beberapa prinsip, yaitu :
a. Fleksibilitas Program.
Penyelanggaraan pendidikan ketrampilan pada setiap program harus mengingat factor-faktor ekosistem dan kemampuan pemerintah, masyarakat, serta orang tua untuk menyediakan dana bagi kelangsungan bidang study tersebut.
b. Efisiensi dan Efektivitas.
Prinsip efisiensi adalah efisiensi dalam penggunaan waktu, pendaya gunaan dana dan tenaga secara optimal.
c. Berorientasi Pada Tujuan.
d. Kontinuitas.
e. Pendidikan Seumur Hidup.
1. Tujuan
2. Metode Penyampaian.
3) Proyek Pamong.
Pamong merupakan singkatan dari pendidikan anak oleh masyarakat,orang tua dan guru. Proyek ini memiliki tujuan yakni :
a. Membantu anak-anak yang tidak sepenuhnya dapat mengikuti pendidikan sekolah. Atau membantu siswa yang drop out.
b. Membantu anak-anak yang tidak mau terikat oleh tempat dan waktu belajarl, karena dapat belajar sambil mengembala ternak, eaktu istirahat dll.
c. Mengurangi penggunaan tenaga guru, sehingga rasio guru terhadap murid menjadi 1:200. Pada SD biasa 1:40 atau 1:50.
d. Dengan meningkatkan pemerataan kesempatan belajar, pembiayaan yang sedikit, diharapkan dapat menampung sebanyak mungkin siswa.
Dengan kata lain, tujuan proyek pamong adalah untuk menemukan alternative system penyampaian pendidikan dasar yang bersifat efektif, ekonomis, dan merata.
4) SMP Terbuka.
SMP Terbuka adalah sekolah menengah umum tingkat pertama, yang kegiatan belajarnya sebagian besar diselenggarakan si luar gedung sekolah dengan cara penyampaian pelajaran melalui berbagai media, dan interaksi yang terbatas antara guru dan murid
a) Latar Belakang.
1. Kekurangan fasilitas pendidikan dan tempat belajar.
2. Tenaga pendidikan yang tidak cukup.
3. Memperluas kesempatan belajar dalam rangka pemerataan pendidikan.
4. Menanggulangi anak terlantar yang tidak diterima di SMP Negeri.
b) Ciri-ciri.
1. Terbuka bagi siswa tanpa pembatasan umur dan tanpa syarat syarat akademis yang ketat.
2. Terbuka dalam memilih program belajar untuk mencapai ijazah formal, atau memenuhi kebutuhan kebutuhan dalam jangka pendekyang bersifat praktis, incidental dan perorangan.
3. Terbuka dalam proses belajar-mengajar, tidak selalu diselenggarakan melalui media.
4. Ternuka dalam keluar masuk sekolah sesuai dengan waktu yang tersedia oleh siswa.
5. Tebuka dalam mengelola sekolah.
c) Tujuan.
1. Menjadi warga Negara yang baik sebagai manusia yang utuh sehat dan kuat, lahir dan batin.
2. Menguasai hasil pendidikan umum yang merupakan kelanjutan dari pendidikan disekolah dasar.
3. Memiliki bekal untuk melanjutkan pelajaranya ke sekolah lanjutan atas dan untuk terjun ke masyarakat.
4. Meningkatkan disiplin siswa.
5. Menilai kemajuan siswa, dan memantapkan hasil pelajaran dengan media.
C. Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan.
  1. Rasional Pembaharuan.
  2. Tujuan dan Sasaran Pembaharuan.
a) Pengadaan tenaga kerja kependidikan dalam jumlah dan kualifikasi yang tepat.
b) Pengembangan dan pembaharuan ilmu kependidikan.
c) Perencanaan dan pengembangan terpadu.
d) School Base Management (SBM).
Ø System organisasi yang komplek di tingkat sekolah dasar.
Ø Management yang terlalu sentralistik di tingkat SLTP.
Ø Terkotak-kotak dan kakunya proses pada jenjang sekolah.
Dalam pelaksanaanya ada beberapa factor yang perlu diperhatikan yaitu :
1. Kewajiban sekolah
2. Kewajiban dan Prioritas Pemerintah.
3. Peranan Orang Tua dan Masyarakat.
4. Peranan Profesionalisme dan Manajerial.
5. Pengembangan Profesi.

Sabtu, 30 April 2011

IBU KAU ADALAH HIDUPKU

Di malam yang dingin
Dengan berselimut kesendirian
Kuterbangun menatap langit langit kamarku
Terlintas di benak sosok engkau
Yang selalu menemaniku menjemput pagi
Yang selalu menemaniku menikmati panasnya sinar matahari
Yang selalu menemaniku menyaksikan bulan dan bintang
Dan kembali mengantarku ke dalam tidur yang panjang
Semua itu kini tak dapat lagi kurasakan
Karena saat ini ku jauh darimu
Mekipun sebenarnya ku tak bisa
Namun ku yakin semua itu akan berakhir
Ibu………..
Aku rindu dengan senyummu
Aku rindu dengan kasih sayangmu
Aku rindu dengan belai lembutmu
Aku rindu akan pelukmu
Ku ingin kau tahu itu
Ibu……….
Kau selalu ada
Di setiap hembusan nafasku
Di setiap langkah kakiku
Di setiap apa yang ku gapai
Karena kau begitu berarti dalam hidupku

kertas seputih salju

Kata selembar kertas seputih salju,”Aku tercipta secara murni, kerana itu aku akan tetap murni selamanya. Lebih baik aku dibakar dan kembali menjadi abu putih daripada menderita kerana tersentuh kegelapan atau didekati oleh sesuatu yang kotor.” Tinta botol mendengar kata kertas itu. Ia tertawa dalam hatinya yang hitam, tapi tak berani mendekatinya. Pensil-pensil beraneka warna pun

Sabtu, 02 April 2011

Hubungan Status Gizi Dengan Tingkat Konsentrasi Siswa SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat tergantung kepada keberhasilan bangsa itu sendiri dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, sehat, cerdas, dan produktif. Salah satu upayanya adalah melalui program perbaikan gizi, nutrisi akan membantu meningkatkan kesehatan tubuh anak sehingga sistem pertahanan tubuhnya pun baik dan tidak mudah terserang penyakit. Tetapi orang tua kurang memperhatikan kandungan gizi yang terdapat pada makanan yang telah dikonsumsi. (http://www.rajawana.com/artikel/kesehatan/321-kebutuhan-gizi-anak-usia-sekolah-dan-remaja.html diakses 20 Desember 2010).

1

Pada masa pertumbuhan dan perkembangan seorang anak itu diperlukan asupan makanan yang mengandung gizi seimbang, agar proses tersebut tidak terganggu. Pemenuhan gizi seimbang akan berpengaruh terhadap status gizi anak. Status gizi baik atau status gizi optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien, sehingga memungkinkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kemampuan kerja dan kesehatan secara umum pada tingkat setinggi mungkin (http://www.rajawana.com/artikel/kesehatan/321-kebutuhan-gizi-anak-usia-sekolah-dan-remaja.html diakses 20 Desember 2010).

Anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) membutuhkan lebih banyak energi dan zat gizi dibanding anak balita. Karena pada anak yang berusia 13 -14 tahun diperlukan tambahan energi berupa protein, kalsium, flour dan zat besi, sebab pertumbuhan sedang pesat dan aktivitas kian bertambah, untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi, anak seusia ini membutuhkan 5 kali waktu makan, yaitu makan pagi (sarapan), makan siang, makan malam, dan 2 kali makan selingan. Selain itu perlu ditekankan pentingnya sarapan supaya dapat berpikir dengan baik dan menghindari hipoglikemi.(http://www.rajawana.com/artikel/kesehatan/321-kebutuhan-gizi-anak-usia-sekolah-dan-remaja.html diakses 20 Desember 2010).

Permasalahan makan pada anak biasanya adalah anak sulit makan atau tidak mau makan dan sering pula tidak sarapan karena berbagai alasan hal tersebut akan berdampak negatif pada tingkat kesehatan masyarakat, misalnya penurunan konsentrasi belajar, dan penurunan kesegaran jasmani. Status gizi merupakan ukuran keadaan gizi pada seseorang sesuai kecukupan yang diperoleh dari zat-zat makanan sehari-hari, status gizi yang baik akan mencerminkan kualitas fisik yang baik. Dan status gizi yang kurang akan mencerminkan kualitas fisik yang baik rendah yang akan memberikan dampak pada tingkat kesegaran jasmani (Nurhasan dkk,2005)

Menurut Direktorat Bina Gizi Masyarakat (1994), gizi kurang banyak diderita oleh anak sekolah yaitu sebesar 30%. Hasil survei terhadap 600.000 siswa SD diketahui bahwa siswa SD hanya mengkonsumsi sekitar 70% dari kebutuhan energi perhari. Padahal gizi kurang dapat menyebabkan gangguan motivasi belajar, gangguan kemampuan berkonsentrasi dan tidak bergairah.

Gangguan tersebut biasanya karena kebiasaan anak tidak sarapan yang menyebabkan lambung kosong dan kadar gula darah berkurang (keadaan hipoglikemia) sehingga menyebabkan badan lemas, mengantuk, sulit menerima pelajaran, serta turunnya gairah belajar dan kemampuan merespons, (Sutarto, 1980;45)

Menurut Efendi (departemen Ilmu Faal FK Universitas Airlangga) hilangnya atau sulitnya berkonsentrasi dapat disebabkan dua hal yaitu sebab fisiologi dan patologis. Sebab fisiologis tidak berkaitan dengan penyakit tertentu, kaitannya cenderung ke gangguan mental dan kelelahan fisik, rasa sedih, cemas, bingung, marah, perasaan seperti itu bisa menimbulkan gangguan mental, tubuh yang lelah karena sering dipaksa beraktifitas merupakan penyebab lain gangguan konsentrasi. Sebab patologis berkaitan dengan sistem syaraf pusat otak di otak. Gangguan tersebut muncul ketika otak sebagai pengatur segala aktifitas organ tidak mendapatkan cukup aliran darah dan kekurangan oksigen sehingga sistem syaraf pusat tidak bekerja maksimal (Jawa Pos 12 Desember 2010:5)

Gizi menjadi masalah yang penting bagi anak sekolah, karena gizi bisa menunjang kecerdasan anak. kekurangan gizi menyebabkan mudah mengantuk dan kurang bergairah yang dapat menganggu proses belajar di sekolah dan menurunnya prestasi belajar, daya pikir anak juga akan kurang, karena pertumbuhan otaknya tidak optimal. Orang tua perlu memberikan perhatian pada anak usia sekolah menengah pertama (SMP), karena pada umumnya disibukkan dengan berbagai kegiatan di luar rumah cenderung melupakan waktu makan termasuk kebiasaan makan pagi yang cukup akan memenuhi kebutuhan energi selama belajar di sekolah, yang dapat mencegah penurunan kadar gula darah yang berakibat pada terganggunnya konsentrasi anak pada saat proses belajar. (http://www.rajawana.com/artikel/kesehatan/407-kebutuhan-gizi-seimbang-anak-usia-sekolah.html diakses 25 November 2010)

Menurut Dr. McNellles konsentrasi bisa dimaksimalkan jika anak punya pasokan energi yang cukup untuk otaknya sebelum berangkat sekolah. ”Nutrisi yang baik untuk otak, olahraga, dan tidur cukup akan membantu anak berkonsentrasi saat di sekolah,” (http://www. p3gizi.litbang.depkes.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=56&Itemid=2 diakses 20 Desember 2010)

Apabila keadaan ini tidak segera diatasi maka akan menyebabkan anak kekurangan gizi sehingga sulit untuk berkonsentrasi pada saat menerima pelajaran dan akan berdampak pula terhadap ketuntasan proses belajar mengajar baik teori maupun tugas gerak yang diharapkan oleh guru pendidikan jasmani di sekolah.

Berdasarkan uraian di atas peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dengan tingkat konsentrasi siswa SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka masalah yang menjadi permasalahan dalam peneliti ini adalah

1. Apakah ada hubungan antara status gizi dengan tingkat konsentrasi pada siswa SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung?

2. Seberapa besar sumbangan status gizi dengan tingkat konsentrasi pada siswa SMP Negeri 1 Ngunut Kabupaten Tulungagung?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian yang ingin di capai dalam penelitian ini antara lain:

1. Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan tingkat konsentrasi siswa SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung.

2. Untuk mengetahui seberapa besar sumbangan status gizi terhadap tingkat konsentrasi.

D. Manfaat Penelitian

Melalui penelitian ini di harapkan terpenuhinya manfaat sebagai berikut:

1. Bagi penulis

Hasil penelitian ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan mengenai hubungan antara status gizi dengan tingkat konsentrasi di SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung.

2. Bagi Guru

Hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai bahan masukan bagi guru agar lebih mengetahui hubungan antara status gizi dengan tingkat konsentrasi di SMP Negeri 1 Ngunut Tulungagung

3. Bagi Siswa

Hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan informasi tambahan kepada siswa betapa pentingnya peran gizi terhadap tingkat konsentrasi untuk melakukan kegiatanya sehari-hari.

E. Definisi Operasional, Asumsi, dan Keterbatasan

1. Definisi Operasional

a. Status Gizi

Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi yang dibedakan antara status gizi buruk, Gizi kurang, baik dan Lebih”. (Almatsier, 2001:3). Sedangkan indikator baik buruknya penyediaan makanan sehari-hari yang diukur berdasarkan berat badan (Kg) per usia (BB/U) (Supariasa,2001:18)

b. Konsentrasi

Konsentrasi adalah sebuah keterampilan yang bergantung pada faktor usia, ekspekstasi dan lingkungan. (http://www.p3gizi.litbang.depkes.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=56&Itemid=2)(diakses 20 Desember 2010)

Instrument untuk mengukur tingkat konsentrasi siswa memakai Blangko Grid Concentration Exercise.

2. Asumsi

Asumsi pada penelitian ini adalah:

a. Bahwa rata-rata usia siswa SMP berumur 13 – 15 tahun.

b. Bahwa siswa memiliki pengetahuan yang sama dalam pelajaran.

c. Di mana anak usia 13 – 15 tahun mempunyai pola makan yang berbeda.

3. Keterbatasan

a. Agar permasalahan yang dikaji tidak meluas, maka masalah dalam penelitian ini hanya mengkaji hubungan status gizi dengan tingkat konsentrasi siswa

b. Subyek dalam penelitian ini hanya para siswa yang berusia 13 – 15 tahun di SMP Negeri I Ngunut Tulungagung.